Bagi orang beruntung, tidak ada hari keberuntungan. Karena setiap hari sudah cukup aman untuk dijalani. Hidup tidak selalu mudah bagi mereka, tapi jarang sekali benar-benar menjatuhkan. Jika satu pintu tertutup, selalu ada lantai yang masih menopang. Jika jatuh, ada tangan yang bisa diraih. Keberuntungan mereka bukan peristiwa, melainkan kondisi. Sebaliknya, bagi orang yang sering disebut sial, tidak ada hari sial. Karena setiap hari selalu mengandung risiko. Hidup bagi mereka bukan tentang memilih yang terbaik, melainkan tentang menghindari yang paling buruk. Bukan soal ambisi besar, tapi soal bertahan agar tidak runtuh. Maka jangan heran jika mereka terlihat terlalu berhitung, terlalu waspada, terlalu lelah. Taruhannya memang tidak pernah kecil. Orang sial sibuk mencari keberuntungan. Bukan karena serakah, melainkan karena keberuntungan bagi mereka adalah kebutuhan dasar. Seperti udara. Seperti jeda. Seperti satu hari tanpa harus menyelamatkan diri sendiri. Sementara orang beruntung ...