Dunia saat ini sedang sakit oleh ketergantungan pada kurasi. Kita terbiasa melihat wajah-wajah yang dipoles sempurna, pakaian yang rapi tanpa kerut, dan kehidupan yang tampak tidak pernah tersentuh oleh debu jalanan. Kita diajak percaya bahwa keindahan hanya milik mereka yang tidak pernah tampak lelah, mereka yang selalu dalam kondisi prima. Padahal, ada satu bentuk kecantikan yang jauh lebih jujur, yang justru muncul di titik paling berantakan dari seorang manusia. Pernahkah kamu memperhatikan seseorang di momen yang paling tidak terencana? Saat wajahnya dipenuhi peluh setelah berpacu dengan hari, saat aroma parfum yang ia kenakan bercampur dengan bau keringat alami, sebuah perpaduan yang sangat manusiawi, sangat hidup, dan sama sekali tidak bisa direkayasa. Atau ketika bajunya tampak lusuh, dan dengan gerakan yang canggung serta lucu, ia mencoba merapikannya, seolah kain itu bisa kembali tegak hanya dengan sapuan tangan. Di sanalah, di balik kekacauan itu, aku melihat sesuatu y...